www.yugoartono.com

Entrepreneurship, Ideas and Personal Development


Tinggalkan komentar

Startup Speak Up, No. 1 Startup Business Radio Program in Surabaya

Picture2

Mengawali 2015 saya menginisiasi sebuah program radio yang sekaligus saya bawakan sendiri. Bangga bercampur bahagia tentu tidak bisa saya sembunyikan saat konsep program yang saya ajukan disetujui. Mulai Senin, 19 Januari 2015, saya akan membawakan program radio yang saya sendiri terlibat penuh dalam pembuatan konsep kreatifnya. Program yang akan diputar seminggu sekali di radio Mercury 96.00 FM di Surabaya ini saya beri nama “Startup Speak Up”, sebuah program yang akan membahas seluk beluk dunia Startup Business. Tujuan saya hanya satu, memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menyebarkan semangat entrepreneurship. Baca lebih lanjut

Iklan


1 Komentar

Anda Karyawan? Ingin Jadi Pengusaha? Salah Bila Anda Melakukan 4 Hal Ini..

Picture1

Tidak dipungkiri atmosfer entrepreneurship di Indonesia semakin kuat, banyak startup bermunculan, dan sepertinya wirausaha sekarang telah menjadi simbol baru dalam arti sebuah kesuksesan. Apakah memang wirausaha selalu lebih mulia dibanding karyawan? Benar tidaknya tentu adalah pilihan masing-masing orang untuk menjawabnya.
Hasil riset singkat yang saya lakukan terhadap beberapa kolega mengatakan bahwa mayoritas karyawan ingin bekerja, dan hanya segelintir pengusaha yang ingin kembali mejadi karyawan. Dari sekian banyak karyawan yang ingin menjadi pengusaha, rata-rata tidak kunjung terealisasi karena kendala modal dan beberapa lainnya masih belum terlalu yakin akan menjalankan usaha di bidang apa.
Lalu sebenarnya apa yang salah dari menjadi karyawan, mengapa begitu banyak orang ingin meninggalkan profesi ini?
Sekali lagi jawabannya semua itu adalah pilihan masing-masing, tapi bila anda benar-benar ingin menjadi seorang entrepreneur dan memulainya pada saat anda masih bekerja sebagai karyawan, berikut beberapa hal yang perlu anda hindari: Baca lebih lanjut


1 Komentar

7 Kebiasaan yang Dilakukan Seorang Pemenang.

george-foreman-is-counted-out-in-zaire-as-muhammad-ali-looks-on-514378366

Dalam setiap kompetisi, semua orang bersemangat, semua orang berlatih dan berusaha keras untuk menang, tapi tetap hanya ada satu juara. Lalu mengapa mereka yang sudah bersemangat, berlatih dan berusaha keras untuk meraih kemenangan, tidak bisa menjadi juara? Apakah benar satu orang yang menjadi juara berlatih dan melakukan perjuangan jauh lebih besar dibandingkan mereka yang tidak juara?

Sudah menjadi hal yang wajar bila dalam suatu kompetisi semua pesertanya mengharapkan kemenangan. Bahkan bagi kontestan underdogpun, masih ada pengharapan bagi mereka untuk paling tidak terangkat dari posisi terbawah.

Dari hasil pengamatan saya, mereka yang menjadi juara, biasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berikut: Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Business Trip To Palu

???????????????????????????????Beberapa menit sebelum mendarat, ketegangan sudah terasa. Cabin crew mengumumkan bahwa kondisi cuaca sedang tidak baik, saya langsung menyapukan pandangan ke luar jendela. Yang terlihat adalah awan-awan putih saling berkejaran dan secara tiba-tiba muncul deretan pegunungan hijau di tepi pantai yang sangat indah. Saya sempat mengambil nafas lega, tapi tidak berlangsung lama, sampai akhirnya saya sadar bahwa celah yang terlihat di balik pegunungan itu adalah rute yang harus saya lalui untuk mendarat. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Jagalah Ketakutanmu

093312_takutKetakutan adalah salah satu sikap yang menurut saya harus kita jaga agar tetap bersemayam pada diri kita.

Yang pertama karena ketakutan itu sangat manusiawi, sudah sewajarnya seorang manusia, terlebih bila mengalami sesuatu hal yang baru, akan mengalami rasa takut. Berikutnya, justru dengan ketakutan tersebut, jadikanlah lecutan bagi diri kita untuk terus belajar menambah ilmu.

Saat saya pertama kali menjadi penyiar radio, saya sangat takut, sama takutnya seperti saat pertama kali saya mendapatkan job MC. Takut kehabisan bahan bicara, takut salah ngomong, takut tidak lucu, tapi justru ketakutan itulah yang membuat saya semakin keras berlatih, dan kemampuanpun meningkat karena latihan yang ekstra keras itu. Baca lebih lanjut


3 Komentar

Online VS Offline Personal Brand

870c8fac59b2f4fea2fd65369ef432b0

Bukalah Google dari komputer atau smartphone kamu, ketikan nama dan kota tempat tinggalmu. Kalau kamu memiliki blog, akun social media seperti facebook, twitter, linked in, you tube ataupun yang lainnya, semua itu pasti akan muncul di hasil pencarian Google. Amazing bukan?

Semua informasi tentang siapa dan seperti apa kita, dapat dengan mudah ditemukan di internet.

Informasi itu tidak bisa dihilangkan ataupun dihapus, yang bisa kita lakukan adalah mengkontrol dan memanage informasi apa tentang diri kita yang kita inginkan orang lain ketahui. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Kebahagiaan Semu

20120629-102715

Kenikmatan dan kebahagiaan, sekilas tampak sama saja, padahal sangat berbeda.

Banyak orang mengejar kenikmatan, malah justru mennjauhkan mereka dari kebahagiaan.

Tabungan masih pas-pasan sudah memaksakan membeli gadget mahal, baru buka bisnis sudah ganti mobil baru, baru dapet project sudah langsung beli rumah baru, itulah mengejar kenikmatan.

Hidup bermanfaat bagi sesama tanpa bingung memikirkan pengen ini pengen itu, itu menurut saya kebahagiaan sejati.

Banyak orang mengejar kenikmatan biasanya karena GENGSI, ingin terlihat kaya, sukses atau apalah, yang penting bisa mejadi buah bibir dan dielu-elukan banyak orang, rasanya nikmat sekali, rasanya seperti bahagia. Padahal itu hanyalah suatu kenikmatan, kebahagiaan semu.

Semoga dalam sisa usia yang tak tahu sampai dimana, kita bisa benar-benar bisa mendapatkan menemukan arti dari sebuah kebahagiaan, kebahagiaan kita sendiri, bukan “seperti bahagia” yang dibicarakan banyak orang.

Selamat berakhir pekan.

Ngobrol dengan saya langsung di twitter: @yugoartono dan Facebook: Yugo Artono


Tinggalkan komentar

Merdeka, Berdamai Dengan Hati

pidato-bk

Merdeka, merdeka, merdeka…
Seharian penuh kemaren kita mendengar banyak orang menyorakkan kegirangan saat merayakan hari jadi negara kita tercinta.

Tapi apakah kita yang mungkin ikut terhanyut dalam perayaan tersebut sudah merdeka hatinya?

Sejatinya kemerdekaan adalah sebuah kebebasan, saya sendiri mengartikan kebebasan tersebut adalah kedamaian sebuah jiwa dengan hatinya. Saat seseorang mampu bertindak dan berkarya tanpa memperdulikan komentar dari siapapun di sekililingnya, dengan tetap mengedepankan rasa hormat terhadap kepentingan orang lain, tidak menyakiti hati orang lain. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Perselisihan Itu Pasti Ada

Picture2

“Padahal jelas-jelas dia itu salah, tapi kenapa dia kayak ga sadar ya?”
Pasti kita pernah mengalami satu moment disaat kita mengeluarkan pertanyaan di atas. Saat ada orang yang melakukan kesalahan menurut kita, tapi orang tersebut tidak mau mengakuinya.

Bila ditelaah lebih jauh, salah atau benar itu adalah sebuah perbedaan persepsi atau sudut pandang. Bukanlah suatu hal yang buruk bila terjadi perbedaan sudut pandang, yang buruk adalah saat perbedaan pendapat itu menjadi sebuah perselisihan yang dibarengi dengan emosi.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa perselisihan itu pasti ada saat kita berkomunikasi dengan orang lain. Setiap orang dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda, dengan edukasi yang berbeda, sehingga tiap orang akan memiliki prinsip-prinsip yang berbeda dalam menghasilkan sudut pandangnya sendiri.

Saat kita merasa bahwa orang lain itu salah, jahat, atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, akan lebih baik jika kita menanamkan pada diri kita bahwa sebetulnya dia tidak salah/ jahat, hanya sudut pandang kita saja yang berbeda. Selanjutnya bisa kita sampaikan bagaimana sudut pandang kita, lalu menanyakan mengapa dia melakukan hal tersebut, sebetulnya cara ini adalah untuk membuat kita melihat sebuah permasalahan dari kacamata yang berbeda, kemudian kita coba sedikit mengalah untuk bisa menyamakan sudut pandang tersebut.

Perselisihan sejatinya bukan mana yang benar atau salah, mana yang baik atau buruk, tapi perselisihan adalah sebuah cara pandang yang berbeda yang harus diluruskan bersama.

Semoga bermanfaat.

Surabaya, 16 Agustus 2014, 6.32.

Ngobrol dengan saya langsung di twitter: @yugoartono dan Facebook: Yugo Artono


1 Komentar

Tidak Sempurna Sudah Lumrah, Hidup Harus Move On!

Picture1

Siapa yang tidak malu mempunyai keluarga broken home, siapa yang tidak malu mempunyai keluarga yang tidak berkecukupan disaat teman-teman yang lain memiliki kehidupan yang serba cukup, dan siapa yang tidak malu di usia yang terus bertambah, tapi tidak meiliki kemajuan secara financial.

Malu itu wajar, tapi yang salah adalah saat kita nenutup-nutupi dan cenderung berbohong tentang kondisi kita pada siapapun dan dalam kondisi apapun.
Kadang “malu” ini menjadi jebakan bagi mereka yang egonya tinggi dan tidak mau terlihat tidak sempurna.

Dewasa ini kita sering melihat mereka-mereka yang keluarganya terpisah dan terpecah belah, tapi apakah langit runtuh setelah keluarga mereka terpecah? Apakah kehidupan mereka seketika itu berakhir saat? Jawabannya adalah tidak.

Apapun permasalahan kita, sama sekali tidak ada gunanya bila kita terlalu meratapi beban hidup yang akhirnya semakin terasa berat karena kita terus-terusan meratapinya.

Mengutip lagu dari Ahmad Dhani “Hadapi dengan senyuman” hanya itu sebetulnya yang perlu kita lakukan. Ketika kita bisa membuang jauh-jauh kesedihan yang menyelimuti hati, peluang-peluang akan terbuka, solusi akan berdatangan, dan kita bisa berpikir lebih jernih untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Zaman sekarang, keluarga yang tidak lengkap, kondisi finansial yang pas-pasan, kehidupan yang selalu di datangi permasalahan silih berganti, itu adalah hal yang normal dan akan terus seperti itu. Pertanyaannya apakah kita sudah siap untuk menghadapi permasalahan yang sudah menanti di depan mata.

Jangan permah merasa seolah-olah kita adalah orang paling tidak beruntung di dunia, masih banyak orang yang permasalahannya jauh lebih berat daripada yang kita alami.

Kalau mau naik kelas ya pasti ada ujiannya. Kalau mau kualitas kehidupannya meningkat, ya sama seperti saat mau naik kelas.

Permasalahan dalam hidup itu sudah lumrah, Yukk Move On!!!


Tinggalkan komentar

Menemukan Kebahagiaan Dalam Berpikir Positif

image

Ada satu pelajaran yang saya ambil dari pembicaraan dengan seorang teman siang kemaren, saat saya sedang dalam perjalanan untuk sebuah meeting.

Siang itu seperti siang-siang sebelumnya, jalanan macet dan cuaca panas, perpaduan pas untuk istirahat sambil tiduran dalam mobil.

Tapi entah kenapa saya tidak memilih untuk tidur, saya mengajak ngobrol teman saya yang sedang menyetir. Awalnya hanya sekedar basa-basi, menanyakan tentang tempat tinggalnya, anaknya sampai keadaan keluarganya. Sampai akhirnya dia bercerita semakin dalam tentang kondisi keluarganya yang tidak begitu berkecukupan, tapi selalu merasa bahagia.

Dia mulai bercerita tentang betapa beratnya kehidupan yang dia jalani. Jangankan untuk bisa bersenang-senang bepergian bersama keluarga, untuk membayar angsuran hutang keluarganya saja dia harus bekerja di dua tempat.
Tapi anehnya tiap kali bertemu, sama sekali tidak pernah terlihat wajahnya seperti wajah-wajah orang yg sedang dirundung masalah.

Menurutnya, tidak ada gunanya seseorang menunjukkan kesedihan atas permasalahan apapun yg dialami. Selain tidak enak dipandang, orang yang berwajah sedih itu juga mampu menutup datangnya peluang yang mungkin bisa dia dapatkan bila tidak menunjukkan kesedihan itu sendiri.

“Kalo kita diberi cobaan sama Tuhan, kita pasti bisa menyelesaikannya, buktinya kita sudah mendapat cobaan itu. Kan janji Tuhan Ia tidak akan menurunkan cobaan yang lebih besar dari kemanpuan umatNya.”

Dia selalu berprinsip bahwa, untuk menjadi bahagia, kita hanya perlu berpikir positif. Sekecil apapun pemikiran negatif yang kita simpan, itu akan merusak hati dan membuat kita kehilangan kebahagiaan.

Contohnya saat kita disakiti orang lain. Memusuhi atau membalas perbuatannya adalah tindakan yang salah. Karena kemarahan kita hanyalah untuk menuruti dan memuaskan nafsu kita untuk marah. Hal itu sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan akan semakin menjauhkan kita dengan dia. Dan yang paling penting, kemarahan kita tidak akan pernah bisa merubah perilaku orang tersebut.

Justru dengan senyuman dan sedikit penjelasan, akan membuat dia selalu mengenang kita. Tidak ada lagi permusuhan, bahkan kita akan semakin bahagia.


Tinggalkan komentar

The Art of Meeting

image

Dalam setiap pertemuan saya selalu berusaha memperhatikan bagaimana masing-masing orang berbicara, bertindak dan berekspresi saat mengutarakan pendapat.
Kadang sebagai individu akan ada orang yang merasa kurang sepaham dengan ide orang yang lain, atau bahkan mungkin merasa bahwa apa yg diutarakan seseorang tidak sesuai dengan karakter mereka di luar meeting.
Bagi mereka yg tidak bisa menahan diri, perbedaan persepsi ini dapat menjadi sebuah perselisihan hati yg kadang terbawa sampai di luar meeting.
Menurut saya sebenarnya di situlah seni dari berbicara dalam sebuah meeting. Kita akan belajar bagaimana menata kata-kata, belajar menyepahamkan pemikiran kita dengan pemikiran banyak pihak, sekaligus belajar mengelola emosi.

Kadang tidak semua meeting kita dapat menunjukkan performa maksimal kita, tapi terlepas dari baik tidaknya hasil dalam sebuah meeting, hal yg lebih penting adalah, mampukah kita mengambil sebuah pelajaran dari meeting yg kita lakukan? Sekaligus mempersiapkan sebuah perencanaan kerja untuk bisa menunjukkan performa terbaik atas apapun keputusan yg telah disepakati bersama. Sejatinya menyepahamkan pemikiran adalah ketika kita bisa membuktikan bahwa kinerja kita patut diperhitungkan karena keberhasilan kita menunjukkan sebuah bukti kerja atau pencapaian yg nyata.

Bila kita dapat menunjukkan kemampuan terbaik kita, maka kita dapat meningkatkan kepercayaan orang lain akan ide dan pemikiran kita.

Hal yg sia-sia adalah saat kita mampu memukau banyak pihak dengan cara bicara kita, namun pada saat praktik hasilnya nol besar.

Percuma pandai berbicara tapi tidak mampu mengeksekusi ide dan pemikiran yang telah dicetuskan. Semoga dengan semakin seringnya kita melakukan pertemuan/ meeting, kepiawaian kita untuk berbicara dan menghasilkan karya berupa hasil kerja nyata semakin terasah.


Tinggalkan komentar

Roy Dan Lubang Paku

 

Picture2

Tampaknya matahari pagi ini sedang malu memperlihatkan keagungan sinarnya. Burung yang biasa bernyanyi bersandarkan riuh ranting yang berbenturan dengan ranting lainpun tak lagi terdengar, Suasana pagi itu sangat serasi dengan perasaan hati Ayah bijak. Ia sedang gundah memikirkan anak lelakinya yang terkenal sangat nakal.

Sebut saja Roy, sepulang sekolah dia dikejar teman-teman sebaya dari sekolah lain. Setelah berhasil mengecoh teman-temannya, Roy masuk kerumah sambil cengar-cengir.

“Masalah apa lagi yang telah kau buat Roy?”

“Oh tidak Yah, aku hanya memberi pelajaran kepada anak-anak sombong dari sekolah kampung sebelah”

“Tidakkah kau sadar banyak orang yang bilang bahwa kau nakal? Bahkan teman-temanmu sendiri sering kau sakiti hatinya”

Roy memang cukup sering membuat ulah, dia melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, bahkan bila ada orang yang tidak disukainya, dia selalu menjahilinya. Pernah suatu ketika teman wanitanya mengingatkan bahwa perlakuannya itu tidak baik, tapi dia malah membentak temannya sampai dibuat menangis.

Roy sebetulnya sadar bahwa apa yang dia lakukan itu tidak baik, dan setelah melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu, dia langsung meminta maaf, dan kesalahannya adalah Roy menganggap masalah langsung selesai ketika dia sudah meminta maaf.

Akhirnya Ayah bijak meminta Roy melakukan sesuatu, “Roy tiap kali kau mempunyai masalah dengan seseorang, tancapkanlah sebuah paku ke papan kayu yang sudah Ayah siapkan di halaman belakang”. Walaupun tak tahu apa maksudnya, Roy tetap melakukan perintah Ayahmya.

Sebulan kemudian Ayah bijak memanggil Roy ke depan papan kayu yang telah penuh dengan paku. Lalu Roy diminta mencabut paku tersebut satu-persatu. Roypun semakin bingung.

Ayah bijak dengan tenang memberikan penjelasan pada Roy, ”Roy anakku, ketika kau bermasalah dengan seseorang, itu ibarat kau menancapkan paku ke hatinya, walaupun sudah kau cabut paku itu, dia akan tetap meninggalkan bekas atau lubang menganga yang tak akan pernah hilang, jadi hindarilah berkonflik dengan orang lain, terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar.”


Tinggalkan komentar

Bulan Iri Hati Kepada Matahari

wedding_invitation__the_sun_and_the_moon_by_madame_dei-d5uciiaPada malam yang sunyi banyak anak kecil bermain dan berlarian di tanah lapang sambil menikmati langit malam. Bulan berkata dengan lantang, “aku memang yang paling indah di langit, semua orang senang melihatku”, lalu bintang yang muak karena terlalu sering mendengar kesombongan bulan membalas, “anak-anak itu senang melihat langit karena menunggu indahnya pendaran kami, terlebih jika bicara raja di langit, masih ada matahari, kau tidak ada apa-apanya dibanding matahari, kemunculan dan kepergiannya selalu dinantikan oleh banyak orang”. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Memandang Rendah Kemewahan

teladan_sikap_dalam_kesederhanaan__ayahku_by_aurel7-d4kgs45
Saya teringat kata-kata seorang guru. “Gaya hidup yang boros dibandingkan dengan sedikit berhemat saja, hasilnya seperti langit dan bumi saat kamu tua”.

Saat ini gaya hidup seolah mengalahkan kebutuhan primer. Makan sehari-hari tidak harus mahal, tapi gadget harus update terus. Karena tinggal di luar kota dan kos, tidak perlu cepat-cepat menabung untuk beli rumah, yang penting tiap minggu bisa shopping baju baru dan nongkrong di café.

Parahnya banyak orang justru mendewakan gaya hidup ini melebihi kapasitas mereka. Baru bekerja dengan gaji 4 juta, sudah memaksakan diri membeli gadget dengan harga 7 juta. Dunia perbankan menyambut tren gaya hidup saat ini dengan mengeluarkan kartu kredit. Hal ini membuat kita semakin sulit membedakan antara mengeluarkan uang 200 ribu dengan 2 juta, karena sama-sama hanya perlu membubuhkan tanda tangan. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Selamat Ulang Tahun Facebook

Mark-Zuckerberg4 Februari 2014, seorang mahasiswa dari Universitas Harvard meluncurkan situs jejaring sosial yang saat ini telah digunakan oleh seper enam penduduk bumi. Penggagasnya Mark Zukerberg juga tidak menyangka situs besutannya akan menjadi sebesar ini. Saat ini di usianya yang kesepuluh, muncul berbagai pertanyaan. Apakah perusahaan multi miliar dollar ini mampu bertahan di tengah gempuran berbagai kompetitor? Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Segelas Susu Yang Terlambat – Cerita Inspirasi

aspx-grandmaDaniel baru diterima bekerja di sebuah kota yang sangat jauh dari kampung halamannya. Dia berusaha sangat keras dalam bekerja sehingga karirnya meningkat pesat. Karena kesibukan, Daniel sudah jarang mengunjungi kedua orang tuanya yang sudah sakit-sakitan. Sampai suatu ketika, Ayahnya menelepon, mengabarkan bahwa Ibunya sakit keras dan sedang dirawat di rumah sakit. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Inspirasi Dari “Thomas Suarez – Ted Talk”, Pengembang Aplikasi IOS Berusia 12 Tahun

Picture2

Thomas Suarez, Seorang anak kecil berusia 12 tahun berhasil meraih rekor dunia sebagai “pengembang aplikasi termuda dunia”. Ya anak 12 tahun yang sangat kreatif, anda tidak salah baca dan saya tidak salah menulis. Saya menemukan video pidatonya saat berkunjung ke salah satu website favorit saya http://www.ted.com.

Saat banyak anak seusianya bermain game dan chatting dengan teman sebaya di depan komputer, Suarez menyibukkan diri dengan iOS Developer ToolKit and simulation tool yang dia download saat berusia 9 tahun. Sejak saat itu dia belajar ekstra keras untuk menciptakan sebuah aplikasi. Akhirnya ia berhasil menciptakan aplikasi pertamannya “Earth Fortune” dan berhasil meyakinkan orang tuanya, Ralph and Margaret menggelontorkan modal sebesar $99 untuk mengupload aplikasi buatannya ke app store. Bahkan bebarengan dengan peluncuran “Earth Fortune”, Suarez mendirikan perusahaannya sendiri bernama CarrotCorp. Baca lebih lanjut


1 Komentar

“Produk Gagal” Laris Manis yang Mampu Mengubah Dunia

DIGITAL CAMERAKegagalan dalam hal apapun pastilah menjadi suatu momok yang cenderung dijauhi semua orang. Padahal menurut pengalaman orang-orang yang sudah sukses, perjalanan mereka justru ditaburi kegagalan-kegagalan yang justru memacu mereka untuk berinovasi sehingga mendapatkan sebuah pencapaian dan pada akhirnya mengarahkan mereka pada kesuksesan itu sendiri.

Anekdot di atas pastilah sudah tidak asing di telinga kita. Tapi apabila kita berada dalam posisi dimana kita mengalami kegagalan tersebut, sudah siapkah?

Saya akan melanjutkan dengan sebuah studi kasus. Renungkan dan jawablah pertanyaan di bawah ini! Baca lebih lanjut


2 Komentar

The Icarus Deception: How High Will You Fly? – Seth Godin

maxresdefault

Di era modern ini memiliki mimpi yang tinggi seolah menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Ketika ada seorang anak dari keluarga miskin yang bermimpi menjadi pengusaha besar, pasti banyak orang yang akan mencemooh, bahkan orang tuanya sendiri terkadang berusaha sekuat tenaga untuk membunuh keberanian mereka dengan mengutarakan alasan-alasan yang bahkan sangat logis. Mereka yang memiliki mimpi besarpun perlahan-lahan mulai mengecilkan impiannya karena dibayang-bayangi ketakutan akan kegagalan. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Tip Ribuan Dolar Dari Sosok Misterius – @tipsforjesus

tumblr_mxx164AEer1qze0z6o1_500

Credo seorang bartender yang mendapat tip ribuan dolar dari @tipsforjesus, sumber http://www.myfoxphoenix.com/

Tahun lalu New York digemparkan oleh sosok misterius yang mengatasnamakan dirinya @tipsforjesus di sebuah akun instagram. “Doing the Lord’s work, one tip at a time.” begitulah bunyi tagline-nya. Pekerjaanya adalah berkeliling restoran dan memberikan tip ribuan dolar kepada pelayan. Yaa, ribuan dolar, ini sangat gila. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Rekening Emosi, Kunci Membangun Hubungan Baik Dengan Sesama

wpid-mata-uang.jpg w=640

Saat sore menjelang, Sendy dan sahabatnya Gwen sedang berjalan di taman dekat rumah.

Saat perjalanan, Sendy bertemu temannya Dina.

“Hai Sendy, apa kabar, wajahmu tampak cerah sekali hari ini”
Sambil lalu Sendy menjawab, “Ya, terima kasih Dina” mereka berdua terus berjalan meninggalkan Dina.
Gwen bingung melihat respon sahabatnya yang sangat dingin itu. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Masih Ragu, Apa Passionmu? Temukan Sekarang! Ini Caranya…

Picture1

Saat hari libur, saya selalu menyempatkan menyapa teman-teman yang lama tidak berkomunikasi, baik melalui sms, bbm, telepon, atau melalui social media. Kemarin ada salah seorang teman yang bertanya pada saya, “go, menurut kamu aku pilih panggilan perusahaan A atau B ya? Di perusahaan A gajinya lebih besar, karena itu perusahaan besar, tapi persaingan sesama karyawan jelas sangat berat. Perusahaan B gajinya lebih kecil, tapi perusahaan itu prospek ke depannya lumayan bagus, jadi jenjang karirnya lebih menjanjikan, besok aku harus memberi jawaban, menurut kamu, lebih baik aku pilih yang mana ya?” Sayapun menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan balik, “loh, bukannya kamu dulu ingin berkarir di dunia entertaint? Kedua perusahaan itu kan sangat melenceng dari impianmu?” Baca lebih lanjut


1 Komentar

4 hal yang Perlu Kita Tahu Untuk Menjadi Kreatif

Happy child with painted hands

Kreatifitas di jaman modern ini rasanya menjadi suatu hal yang wajib dimiliki semua orang. Cerita sukses dari berbagai belahan dunia seperti tidak terlepas dari unsur kretifitas itu sendiri. Karir tertinggi di suatu perusahaan didapatkan oleh mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai kreatifitas. Setidaknya walaupun mereka tidak kreatif dalam hal tehnis, mereka memiliki cara tersendiri dalam memilih, membentuk dan mengarahkan para ahli dibidang tehnis sehingga mampu menghasilkan karya yang menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi perusahaan. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Nu Year Nu Resolution, Change Me.

Hari pertama di tahun 2014, seperti biasa, ritual ku tak ubahnya yang banyak orang lain lakukan. Membaca satu persatu ucapan selamat tahun baru via email, bbm & sms, belum lagi panggilan tak terjawab dan beberapa mention di social media.
Membayangkan perayaan tahun baru 5-10 tahun ke belakang, barangkali mereka-mereka di usia saya tak perlu dipusingkan membalas banyaknya pesan yang masuk, atau mungkin malah lebih banyak, sayapun tak tahu pasti. Baca lebih lanjut


4 Komentar

Pure Traditional Taste – Singaporean Ice Cream Sandwich

DSC_0372Hanya butuh $1 Sing untuk menikmati citarasa es krim tradisional dari Singapore ini. Saya menemukannya di dekat Furlington Hotel, salah satu landmark Singapore. Tidak sulit, karena setidaknya ada 3-5 penjajah es krim yang mayoritas sepasang suami istri paruh baya di sekitaran Merlion Park. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Don’t tell my mom, I’m in Phatong.

DSC_0067

Punya waktu luang di malam hari saat anda berada di Thailand? Patong Beach adalah tempat yang cukup recommended untuk membunuh waktu. Populer dengan kehidupan malam, ladyboy (Thai: katoey) dan tempat belanja murahnya, daerah wisata ini seolah tak pernah mati sepanjang hari. Sebut saja Bangla road, salah satu pusat hiburan malam di daerah Patong Beach. Ratusan restoran, toko souvenir, bar dan tempat pertunjukan hiburan malam sepertinya tidak menyisakan semeterpun space kosong di sepanjang Bangla road. Tuktuk, alat transportasi tradisional Thailand, kendaraan bermotor berroda tiga dengan warna dan suara yang cukup mencolok, turut memeriahkan hingar bingar Patong di malam hari. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

4D3N Virgo Star Cruise

DSC_0060

Dewasa ini sudah cukup banyak traveler berplesir ke Singapore, Thailand dan Malaysia. Bila anda salah satunya, atau bahkan mungkin belum memliliki kesempatan berkunjung ke tiga Negara tersebut, cobalah satu alternatif berpergian menggunakan cruise. Superstar Virgo adalah salah satu pilihan Cruise yang melayani rute Singapore –(Phuket) Thailand – (Langkawi) Malaysia – Singapore.

Kapal pesiar tiga belas lantai yang memliki panjang setara 80 kali panjang mobil pribadi ini akan memberikan pengalaman menarik bagi anda yang biasa bepergian menggunakan pesawat. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Traveling ke Surabaya, Coba Cari Makanan Langka Ini

IMG_2062 resize

http://www.travel.detik.com | Senin, 13/05/2013 10:50:00 WIB. Saat jalan-jalan ke Surabaya, jangan lupa mencicipi Semanggi Surabaya. Ini adalah kuliner khas Kota Pahlawan yang terkenal dan mampu menggoyang lidah para wisatawan. Tapi sayangnya, kini kuliner tersebut sudah sulit ditemui.

Sudah cukup lama saya tak menjumpai kuliner ini. Suatu ketika, saya berburu foto di acara Car Free Day Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Saat itulah, saya melihat seorang ibu berjualan Semanggi. Wah! Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

When Sugar Glider Gliding to You

???????????????????????????????Berencana menambah hewan peliharaan? Coba berkenalan dulu dengan sugar glider. Sekilas namanya seperti sebuah makanan. Bahkan ada yang membayangkan sepotong cake yang disirami saus gula yang melumer, hmm, yummy….

Tentu asosiasi itu salah. Sugar Glider adalah seekor hewan omnivora yang walaupun mendapat julukan tupai terbang, namun hewan ini tidak benar-benar terbang seperti layaknya seekor burung atau kelelawar. Mereka meloncat dari satu ranting ke ranting yang lain, dan pada saat melompat, mereka bisa mengembangkan selaput di bawah lengan yang menyerupai sayap, yang berfungsi untuk membuat mereka bisa melayang lebih lama dan lebih jauh saat melompat di udara, sehingga seolah-olah seperti terbang. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

The Other Eat, Pray, Love at Dieng Plateu

101_8087

Telaga Cebong

One woman’s search for everything accros Italy, India, and Indonesia”, tagline dari kisah perjalanan Elizabeth Gilbert ini sukses menjadi perbincangan banyak orang, apa yang dimaksud dengan “everything”? Ketika penulis melakukan sebuah perjalanan panjang, menghabiskan empat bulan pertamanya di Italy, berburu kuliner dan menikmati kehidupan barunya (Eat), lalu melanjutkan tiga bulan pencarian spiritual di India (Pray), dan mengakhiri pencarian panjangnya di Bali, Indonesia, pencarian yang bermuara pada keseimbangan hidup, dan tanpa disangka dia menemukan kebahagiaannya, seorang pebisnis Brazil yang menjadi pendamping hidupnya (Love). Finally she found “everyhting” after her journey done. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Time Killing Machine for Travel Junkies

Music_Panels_Compiled_by_smashmethodBayangkan sehari sebelum kita pergi travelling, saat semua riset tentang lokasi sudah dilakukan, saat perbekalan sudah disiapkan, terlebih imaji atau bayangan tentang tempat wisata. Hari H pun datang, entah apapun moda transportasi yang kita pilih, rasanya tetap tak mampu menghalangi datangnya rasa bosan dalam perjalanan, karena sejatinya bukan perjalanlah yang membuat kita exited, melainkan tempat tujuannya. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Tergopoh-gopoh Mengarak Ogoh-ogoh

IMG_1299

Penampilan Salah Satu Tim Pengarak Ogoh-ogoh

Saudara kita yang berada di Jakarta khususnya yang beragama hindu telah merayakan Tahun Baru Saka ke 1935, pada 12 Maret 2013 lalu, sehari sebelum perayaan nyepi tahun ini, pemerintah DKI Jakarta menggelar parade Ogoh-Ogoh, sebanyak 16 Ogoh-ogoh diarak dan dilombakan di silang Monas untuk memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta, jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya ada 14 Ogoh-ogoh. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ada Ular Air Raksasa di Danau Monumen Ancol

IMG_1095

Lampion Ular Air di Monumen Danau Promenade

Tempat Wisata Taman Impian Jaya Ancol terlihat cukup ramai sore itu, ratusan pengunjung bergantian memasuki kawasan di utara Jakarta yang menyajikan pemandangan yang tidak biasa pada Sabtu, 9 Februari 2013 itu. “Ada Ular Air Raksasa” teriak salah seorang anak kecil kepada Ibunya. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

When Passion meet Friendship, “Kopdar 2Ransel Jakarta”

???????????????????????????????

Kopdar DuaRansel Jakarta

Sabtu, 2 Februari, salah satu resto cepat saji di daerah Cempaka Putih tiba-tiba dibanjiri pengunjung, rata-rata mereka adalah penggiat sosial media khususnya twitter, lebih dari itu mereka adalah travel addict yang memfollow Dua Ransel. Dina seorang kelahiran Kota Pahlawan dan Ryan dari Kanada, merekalah yang banyak dikenal orang melalui website www.duaransel.com dan account twitter mereka yang juga memiliki nama yang sama @duaransel. Lewat website dan twitter duaransel, mereka menceritakan perjalanan yang mereka lakukan mengelilingi bulatan bumi. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Pursuit of The Beauty of The Blue Lagoon, Sempu Island

Segara Anakan, Pulau Sempu

Segara Anakan, Pulau Sempu

Pulau seluas 877 hektar yang secara teritori terletak di Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan ini disebut-sebut mirip Phi Phi Island di Thailand, yang sekaligus merupakan lokasi shooting Leonardo Di Caprio dalam filmnya The Beach. Baca lebih lanjut


3 Komentar

Persahabatan Bagai KeBogor

Batu Tapak 6We born to be a traveler, nenek moyang kitapun adalah seorang traveler, bahkan saya seratus persen yakin tidak akan ada orang yang menjawab tidak suka saat ditanya tentang traveling. Tapi sayang nya banyak sekali alasan yang akan muncul saat kita akan melakukan traveling, waktu, duit, temen, khusus temen, apakah memang perjalanan bareng temen akan selalu menjanjikan keseruan? Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

5 Sales Tips Yang Akan Menjadikan Anda Menjadi lebih Sukses

Pict Source: salesdrive.info


Sales adalah pekerjaan yang menjadi kunci kesuksesan sebuah perusahaan. Tidak jarang pemegang jabatan kunci di sebuah perusahaan besar biasanya berasal unit penjualan. Tapi parahnya sales adalah pekerjaan yang paling banyak dihindari oleh banyak orang.

Banyak orang menghindari pekerjaan sales bukannya tanpa sebab. Sales adalah pekerjaan yang keras, banyak orang harus berjuang memutuskan urat malunya untuk bisa berjualan, walaupun sebagian secara naluriah menyukai pekerjaan tersebut.

Tapi bukan berarti walaupun seseorang menyukai pekerjaan sales, lantas akan menjadikannya seorang sales yang sukses. Kalau kita perhatikan betul, sales person yang sukses dan yang gagal pasti memiliki habit atau kebiasaan yang berbeda. Ya semua ini tentang kebiasaan, terkadang dengan tehnik sales yang setarapun, namun dibumbui dengan kebiasaan yang berbeda, maka hasil yang didapatkan juga akan berbeda langit dan bumi.

Lalu kebiasaan seperti apa yang baiknya dimiliki oleh seorang sales, saya coba menjabarkannya dalam 5 tips berikut:

  1. Terlalu fokus pada isi presentasi

Sebagus apapun materi presentasi yang Anda miliki, tapi bila pelanggan tidak percaya, maka Anda tidak akan memiliki kesempatan.

Luangkan waktu untuk membangun kedekatan dengan pelanggan, bangun kepercayaannya, tanyakan mereka pertanyaan mengenai keinginan dan kebutuhannya, biarkan mereka bercerita dan dengarkan dengan seksama. 

Terkadang pelanggan juga tidak tahu apa yang mereka butuhkan, maka tugas Anda berikutnya adalah mengarahkan persepsi mereka dengan menunjukkan kebutuhan yang dimiliki pelanggan yang memiliki karakteristik yang sama seperti mereka.

  1. Berangkat tanpa perencanaan

Terkadang banyak sales yang merasa dirinya sudah jago, lalu melakukan sales call atau canvasing (kunjungan) tanpa perencanaan. 

“Yang penting telepon atau ketemu dulu, biarlah kita ikuti apa yang akan terjadi nanti”. Terkadang cara ini berhasil, namun akan lebih baik bila kita menentukan terlebih dulu strategi yang akan kita gunakan. Apa yang akan kita bicarakan di telepon, bagaimana cara kita mendapatkan janji temu, apa yang kita bicarakan pada saat bertemu, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Buatlah perencanaan terlebih dahulu, kalau perlu tulis point-pointnya, rencanakan pula cara untuk menghadapi beberapa kemungkinan penolakan. Dengan begitu Anda akan jauh lebih siap dan memperbesar kemungkinan sukses Anda melakukan penjualan.

  1. Miliki Agenda

Lebih baik dalam bentuk buku, bisa juga Anda simpan agenda Anda di hp. Apapun caranya, buatlah sebuah tools untuk Anda mengetahui berapa banyak waktu kosong yang Anda miliki, untuk kemudian Anda bisa merencanakan aktifitas-aktifitas penjualan yang bisa ditambahkan untuk mengisi waktu kosong tersebut.

Selalu ada probabilitas dari jumlah pelanggan yang Anda datangi sampai terkonversi menjadi jumlah pelanggan yang akan membeli produk Anda. Jangan pernah berpikir bahwa semua orang yang Anda tawari akan membeli produk Anda. anda harus siap bila di lapangan terjadi penolakan, karena penolakan adalah sebuah kewajaran yang pasti akan terjadi.

Dengan memiliki buku agenda, Anda akan jauh lebih produktif dan lebih mudah untuk mengukur efektifitas dan produktivitas kerja Anda.

  1. Percaya pada solusi yang Anda tawarkan

Sebelum Anda melakukan penjualan, tanyakan pada diri Anda apakah produk yang akan Anda tawarkan benar-benar bisa menjawab permasalahan pelanggan? Setidaknya temukan satu hal yang akan membuat Anda sendiri juga akan menggunakan produk Anda bila memiliki permasalahan yang sama dengan pelanggan.

Walaupun kelihatannya sepele, namun kepercayaan adalah hal yang krusial terhadap berlangsungnya proses penjualan. Sekali lagi, bahwa keberhasilan seorang sales adalah tentang berbagi kepercayaan kepada pelanggan, maka akan jauh lebih baik bila kepercayaan itu dimulai dari diri Anda terhadap solusi yang akan Anda tawarkan.

  1. Konsistensi

Coba bayangkan bila ada seorang sales yang datang pada Anda menawarkan produk A, sebulan kemudian dia datang lagi menawarkan produk B (yang masih sejenis), lalu datang lagi bulan depannya menawarkan produk C. Setiap kali dia datang, dia selalu mengatakan bahwa produk yang dia bawa adalah produk yang paling baik saat itu.

Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Anda akan melihat sales tersebut tidak profesional, mungkin kalo Anda masih baik, Anda tetap akan melihat kebaikan dalam diri sales tersebut, namun ada kemungkinan Anda berpikir, mungkin bulan depan akan ada produk D yang memiliki benefit lebih baik dibanding produk C, jadi Anda tunggu saja bulan depan untuk melakukan pembelian.

Konsistensi akan membangun personal branding Anda. Bila Anda selalu menawarkan produk yang sama, maka personal branding Anda akan melekat pada produk tersebut, dan ketika pelanggan membutuhkan produk tersebut, maka nama Andalah yang akan muncul di ingatannya.

Pada akhirnya persistensi Anda untuk menunjukkan pada pelanggan bahwa Anda peduli terhadap kebutuhannyalah yang akan membuat pelanggan Anda mengambil keputusan. Apakah dia akan membeli produk Anda dan melakukannya secara berkesinambungan, atau bahkan mereka tidak akan mau mengangkat telepon Anda lagi sama sekali.


Tinggalkan komentar

Getting more by doing less.

Mengapa inovasi harus dilakukan kalau bisnis dan kerjaan kita sudah berjalan dengan baik?

Dalam teori Product Life Cycle (PLC) dibahas bahwa moment paling tepat untuk melakukan inovasi adalah saat produk kita berada di puncak, karena saat produk mulai mengalami penurunan, saat itulah inovasi yang sudah kita lakukan jauh-jauh hari sudah mulai terasa manfaatnya.

Menurut saya ini juga sangat bisa diaplikasikan dalam karir, kapan kita harus belajar, memperbaiki kualitas keilmuan kita, adalah saat karir kita mulai menanjak atau bahkan saat karir kita sedang berada di puncak, kita harus terus memaksa diri berkembang lebih baik lagi.

Kebanyakan orang mungkin lengah karena terlalu menganggap inovasi itu selalu identik dengan hal-hal besar, menguras tenaga dan waktu, butuh effort yang melelahkan.

Bagaimana kalau kita mulai berpikir bahwa setiap hari kita bisa melakukan hal-hal kecil, inovasi-inovasi kecil untuk bisa memberikan impact yang besar dalam kehidupan kita?
Apa mungkin hal tersebut dilakukan? Bukannya hukum alam bilang “high gain high result”.

Saya pribadi sangat setuju dengan istilah “high gain high result”, tapi bila kita bisa melakukan hal-hal kecil, hal-hal sederhana, namun dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, impact nya akan sangat bagus terhadap efektifitas dan produktifitas kerja kita, sehingga bila diakumulasikan hasilnya akan sangat terasa di kemudian hari.

Saya ambil contoh kasir di minimarket.
Ketika kita membeli sesuatu pasti mereka mencoba melakukan cross selling. Misal, kita beli rokok, ditawarkan juga koreknya, kita beli snack ditawarkan pulsa, hal tersebut kalau kita perhatikan sangat sederhana, tapi saya yakin, walaupun persentase orang yang benar-benar menambah belanjanya sangat kecil, tapi bila diakumulasikan dari cabang seluruh Indonesia, angkanya pasti masih lumayan besar.

Contoh lain misalnya kita membiasakan diri ketika sedang menunggu antrian, terjebak macet di jalan, menunggu teman yang belum datang di cafe, yang tadinya kita gunakan untuk membuka social media, kita ganti dengan membaca artikel-artikel pendek di Harvard Business review, menonton video-video TedX yang singkat, atau membaca artikel-artikel pendek lainnya yang sesuai dengan minat dan pengembangan karir kita, walaupun hanya 10-15 menit, tapi kita lakukan sehari dua sampai tiga kali, dalam jangka panjang akan sangat baik untuk mengembangkan kualitas diri kita.

Inovasi tidak selalu identik dengan peralatan canggih, kemajuan diri kita tidak harus selalu bisa dicapai dengan bekerja keras mati-matian sampai menyiksa diri. Asal kita tahu apa yang kita lakukan sudah berada di jalan yang benar untuk mengembangkan diri, sedikit demi sedikit asal konsisten. Maka saya yakin kita akan bisa mendapatkan sebuah pencapaian yang besar dengan melakukan hal-hal yang sederhana.

Yugo Artono,
Surabaya, 10/01/2016.
View on Path


Tinggalkan komentar

<img src="http://images.path.com.s3.amazonaws.com/photos2/b7204d45-7617-441b-a655-4288467c1ab6/original.jpg" />
Book review:

“Mengapa customer sekarang tambah cerewet?”

“Mengapa hal buruk ini terjadi pada saya?”

“Siapa yang menyebabkan permasalahan ini terjadi?”

“Mereka tidak pernah mau mengerti saya”

Mungkin pertanyaan atau pernyataan diatas, entah sering atau tidak, sadar atau tidak mendominasi pemikiran kita saat mengalami kekecewaan, merasa disalahkan atas kesalahan yang tidak kita perbuat, atau saat-saat terjadi permasalahan yang pelik yang mengganggu ketenangan kita.

Dalam bukunya “Question Behind the Question” (QBQ) John G Miller mengatakan dalam kondisi pertanyaan atau pernyataan di atas muncul, kita cenderung menunjuk orang lain, pihak lain, atau situasi di luar diri kitalah yang menjadi pemicu atau penyebab munculnya permasalahan.

QBQ adalah sebuah tools atau metode bertanya kepada diri sendiri untuk dapat memunculkan suatu tindakan yang lebih positif yang membuat kita menjadi lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Miller menegaskan, ternyata kualitas pertanyaan yang baik lambat laun akan mempengaruhi kualitas diri kita pula.

Menurut Miller pertanyaan yang berkualitas tersebut meliputi 3 (tiga) hal, diantaranya:

  1. Mulai dengan “apa” dan “bagaimana”, bukan “mengapa”, “kapan” dan “siapa”
    Ketika tiba-tiba bisnis kita mendapatkan komplain dari customer dan masalahnya menjadi besar, kecendurang banyak orang adalah menanyakan “siapa” yang menyebabkan permasalahan ini terjadi, dan yang terjadi adalah kita cenderung berfokus untuk mencari tahu siapa dalangnya, menghabiskan waktu dan tenaga untuk saling bersitegang dan melakukan banyak hal yang tidak bermanfaat.
    Dalam konsep QBQ kita bisa memangkas permasalahan tersebut dengan langsun bertanya “apa” atau “bagaimana”? Namun tidak cukup sampai disitu, kita harus melanjutkan pertanyaan “apa” atau “bagaimana” dengan point ke-2 yaitu subject pertanyaan.

  2. Subjek pertanyaan haruslah “saya”, bukan “mereka”, “kita” atau “anda”.
    Setelah “apa” atau “bagaimana” kita bisa melanjutkannya dengan subject “saya”. Pertanyaannya akan menjadi “apa yang bisa saya” atau “bagaimana saya bisa”.

  3. Fokus pada langkah positif.
    Untuk melengkapi pertanyaan QBQ agar menjadi lebih efektif adalah dengan menambahkan kata kerja “lakukan”, “ciptakan”, “kerjakan”, dan lainnya, dan ditutup dengan permasalahan yang terjadi.
    Maka pertanyaannya akan menjadi:
    “Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat customer tidak komplain lagi”
    “Bagaimana saya melakukan perbaikan untuk membuat customer tidak komplain”
    “Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat customer puas terhadap pelayanan kami”
    “Bagaimana saya memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk customer”

Hal ini akan membuat kita mampu melakukan “reframing” ketika terjadi permasalahan.
Berikut contoh-contoh pertanyaan yang bisa kita “reframing”:
“Mengapa saya yang selalu disalahkan” bisa diubah menjadi “apa yang bisa saya lakukan agar saya tidak disalahkan lagi”
“Mengapa tim saya isinya orang-orang yang tidak bisa diajak belerjasama” bisa diubah menjadi “bagaimana saya bisa membuat tim saya menjadi kompak”
“Dia tidak pernah memahami perasaan saya” bisa diubah menjadi “apa yang harus saya lakukan untuk membuat dia bisa memahami saya”

Silahkan berlatih untuk merubah pertanyaan atau pernyataan negatif yang kita biasa lontarkan menjadi pertanyaan atau pernyataan positif dengan konsep QBQ.

“Pertanyaan yang berkualitas akan menentukan kualitas hidup kita”

Merdeka, merdeka, merdeka, Dirgahayu Indonesiaku, “Ayo kita kerja!!!”

Yugo Artono.
View on Path